Ukiran Bali || Tari Bali || Busana Bali || Rias Pengantin Bali & Modifikasi || Video & Photography || Dekorasi Bali
| Home |
 
 
Bhisama Sabda Pandita Parisada Pusat

No. 01 Tahun 2002

   

Badan Dharma Dana Nasional

www.bddn.org

 

 

Cara Jitu Latih Daya Ingat Anak



 
 

Kemampuan untuk mengingat sengat penting dilatih sejak batita guna mempersiapkan dirinya untuk memasuki jenjang pendidikan dasar yang lebih tinggi. Dengan kemampuan mengingat yang baik, anak akan lebih mudah menangkap, memahami, dan menerima pelajaran di sekolah nanti. Daya ingat juga berguna untuk membangun kemandirian dan rasa percaya diri anak.

Untuk melatih daya ingat anak yang baik, Anda bisa menggunakan berbagai cara dan stimulasi. Mulailah dari stimulasi yang sederhana, kemudian Anda bisa mengembangkannya menjadi sulit seiring dengan perkembangan anak.
Berikut beberapa permainan dan stimulasi yang bisa Anda terapkan di rumah untuk melatih daya ingat anak. Permainan tebak gambar, merupak bentuk stimulasi yang paling efektif untuk melatih daya ingat karena melalui permainan ini, anak terpacu untuk mengingat gambar berpasangan yang disodorkan. Pertama, Anda siapkan gambar berpasangan sesuai tema yang Anda pilih (misalnya piring-gelas,buku-pensil). Gunakan warna-warna cerah untuk menarik perhatiannya. Sodorkan gambar tersebut pada anak dan beri dia waktu untuk mengingatnya, kemudian acak kartu-kartu tersebut dan biarkan anak menyusun ulang.

Permainan mencari perbedaan. Permainan ini bertujuan untuk merangsang anak membedakan gambar satu dengan yang lainnya. Persiapkan buku khusus yang banyak memberikan materi mencari perbedaan ini. Mulailah dari gambar yang sangat sederhana dan biarkan si kecil melihat dan mencari sendiri perbedaan di tiap gambar dengan memberikan tanda di masing-masing gambar.

Mendongeng pun bisa menjadi sarana melatih daya ingat anak. Pilihlah dongeng yang pendek namun memiliki alur cerita yang menarik. Mulailah mendongeng dan buatlah anak tertarik dengan dongeng Anda. Di tengah-tengah cerita, Anda bisa berhenti dan menanyakan kembali nama tokoh-tokoh yang telah Anda sebutkan, atau sepenggal cerita dari dongeng yang telah Anda bacakan. Bila anak tidak mampu, Anda bisa membantu dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang mengarah.

Jangan lupa untuk memberikan pujian pada anak apabila mereka berhasil menyelesaikan permainan atau stimulasi dengan baik. Begitu pula sebaliknya, jika anak tidak berhasil, berikan kata-kata posotif padanya agar anak tidak patah semangat dan kecewa. [OCH]

(Sumber : KOMPAS KLASIKA. Edisi Minggu, 8 Maret 2009)

 

Kirim e-mail

© 2008. DewataBogor.com, All Rights Reserved