Kemampuan untuk mengingat sengat penting dilatih
sejak batita guna mempersiapkan dirinya untuk memasuki jenjang
pendidikan dasar yang lebih tinggi. Dengan kemampuan mengingat
yang baik, anak akan lebih mudah menangkap, memahami, dan menerima
pelajaran di sekolah nanti. Daya ingat juga berguna untuk membangun
kemandirian dan rasa percaya diri anak.
Untuk melatih daya ingat anak yang baik, Anda bisa menggunakan
berbagai cara dan stimulasi. Mulailah dari stimulasi yang sederhana,
kemudian Anda bisa mengembangkannya menjadi sulit seiring dengan
perkembangan anak.
Berikut beberapa permainan dan stimulasi yang bisa Anda terapkan
di rumah untuk melatih daya ingat anak. Permainan tebak gambar,
merupak bentuk stimulasi yang paling efektif untuk melatih daya
ingat karena melalui permainan ini, anak terpacu untuk mengingat
gambar berpasangan yang disodorkan. Pertama, Anda siapkan gambar
berpasangan sesuai tema yang Anda pilih (misalnya piring-gelas,buku-pensil).
Gunakan warna-warna cerah untuk menarik perhatiannya. Sodorkan
gambar tersebut pada anak dan beri dia waktu untuk mengingatnya,
kemudian acak kartu-kartu tersebut dan biarkan anak menyusun ulang.
Permainan mencari perbedaan. Permainan ini bertujuan untuk merangsang
anak membedakan gambar satu dengan yang lainnya. Persiapkan buku
khusus yang banyak memberikan materi mencari perbedaan ini. Mulailah
dari gambar yang sangat sederhana dan biarkan si kecil melihat
dan mencari sendiri perbedaan di tiap gambar dengan memberikan
tanda di masing-masing gambar.
Mendongeng pun bisa menjadi sarana melatih daya ingat anak. Pilihlah
dongeng yang pendek namun memiliki alur cerita yang menarik. Mulailah
mendongeng dan buatlah anak tertarik dengan dongeng Anda. Di tengah-tengah
cerita, Anda bisa berhenti dan menanyakan kembali nama tokoh-tokoh
yang telah Anda sebutkan, atau sepenggal cerita dari dongeng yang
telah Anda bacakan. Bila anak tidak mampu, Anda bisa membantu
dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang mengarah.
Jangan lupa untuk memberikan pujian pada anak apabila mereka
berhasil menyelesaikan permainan atau stimulasi dengan baik. Begitu
pula sebaliknya, jika anak tidak berhasil, berikan kata-kata posotif
padanya agar anak tidak patah semangat dan kecewa. [OCH]
(Sumber : KOMPAS KLASIKA. Edisi Minggu, 8 Maret 2009)
|